Thursday, 8 September 2016

GARUDA TAK BERSAYAP

Rembulan terbit dipagi hari dan perlahan kedudukan mentari mulai terganti.
Kulihat jelas dengan mata ini, segerombolan anjing mulai berebut makanan hingga si musang cerdik menunggu tiba giliran.

Akan kalian jadikan apa bumi pertiwi ini dengan semua ambisi serta perut yang tidak pernah merasa kenyang meski sudah penuh terisi.
Akupun sedang menunggu..!!!
Kapan tiba saatnya garuda tak bersayap datang menghampiri.
Tapi ternyata waktu berjalan terlalu perlahan , hingga hewan hewan kelaparan binasa namun tak kunjung sang garuda tiba.

Wahaii sang penuntun, terlalu lama rasanya aku menunggu, hingga rasa muak ini perlahan menyusut namun engkau belum terdengar kabar.
Lakonmu terlalu rumit untuk aku pahami hingga dangkal akal ini mencerna tapi tandamu masih tak mampu aku baca.
Aku ingin segera berlalu dari kumpulan para binatang namun panggilanmu samar pun belum kudengar.

Bimbing aku tuk menemukan 10 bait yang sama hingga genap syarat ini terpenuhi,
Luluh lantakkan saja semua , jangan engkau sisakan satupun tunas muda untuk mengembang hingga engkau ganti bumi pertiwi ini dengan bumi  pertiwi yang lebih hijau.

No comments:

Post a Comment