Laa..
Tiada aku selain tuhan..
Tiada semesta melainkan tuhan.
Berhentilah untuk Merasa karena wujud pun aku tak ada
Berhentilah untuk memuji karena pujianpun milik tuhan yang maha terpuji.
Berhentilah bersedih karena air mata tak akan menetes tanpa tuhan menghendaki.
Laa..
Tiada aku selain Tuhan.
Lenyap semesta , tinggalah tuhan hadir dalam wujud sejati tanpa mampu dipahami.
Berhentilah mengagungkan akal karena penilaiannya jauh dari sempurna.
Berhentilah mengagungkan ilmu karena ilmu tercipta oleh yang maha memahami sudah menghendaki.
Berhentilah mengagungkan guru karena ilmu guru sama hal nya dengan murid hanya pemahamannya saja yang dilebihkan.
Berhentilah mengagungkan agama karena agama hanyalah jubah, tanpa dipahamkan bagaimana engkau akan dikatakan beragama.
Laa..
Tiada aku selain tuhan.
Hilang rasa maka sirnalah aku yang disini.
Tuhan itu tidak berada disana atau dimana mana karena tuhan adanya disini.
Takkan mampu untuk dipahami selama akal engkau sembah.
Takkan mampu engkau temukan selama dunia engkau perturutkan.
Lenyapkan diri dan kembalilah pada kodrat bahwa sesungguhnya semua awalnya tiada.
Wujud diri ini menjadi ada karena yang sejatinya yang mewujud ingin dikenali.
Wujud ini tercipta karena sejatinya wujud ingin dipuji.
Wujud ini ada atau binasa karena sejatinya wujud sudah menghendaki.
Lalu... Apakah aku saat ini adalah penjelmaan wujud sejati..??
Ohhh tidak, engkau hanyalah bayangan yang sewaktu waktu bisa hilang.
Wujud sejati menjelma dalam pikiran.
Pikiran yang pintar menciptakan wujud sejati berupa bentuk.
Pikiran yang bodoh menciptakan wujud sejati berbentuk angan angan.
Pikiran yang suci menciptakan wujud sejati dalam bentuk tiada yang menyamai pikiran.
No comments:
Post a Comment